Huswatun Hasanah, Harapan Baru Tinju Indonesia

Huswatun Hasanah, Harapan Baru Tinju Indonesia
Huswatun Hasanah, Harapan Baru Tinju Indonesia
Sport - Petinju putri Indonesia Huswatun Hasanah mewaspadai gaya bertarung Sudaporn Seesondee dari Thailand di semifinal cabang tinju kelas ringan putri (60 kg) di Hall C Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, hari ini. SEPTUARINFO

Petinju berusia 20 tahun ini menilai lawannya sudah memiliki jam terbang cukup tinggi. Seesondee pernah tampil di Asian Games Guangzhou 2010 dan Asian Games Incheon 2014. Dia juga pernah mendapatkan emas di SEA Games 2010 serta perak SEA Games 2013.

Sementara pada 2017, dia menempati peringkat 5 di Kejuaraan Tinju Asia Ho Chi Minh City, Vietnam. Sekarang, dengan usianya yang sudah mencapai 26 tahun, dia tentu akan tampil mati-matian, karena bisa jadi tahun ini menjadi peluang terakhirnya mendapat medali dan tampil di Asian Games.

Karena itu, Huswatun berharap bisa tampil lebih baik dibandingkan saat meraih tiket semifinal dengan mengalahkan Pavitra, petinju asal India, 3-2. “Saya akan berjuang semaksimal mungkin. Saya akan kembali berlatih dan mengikuti arahan pelatih.

Dukungan penonton juga akan menjadi sebuah dorongan. Itu menambah motivasi saya meraih kemenangan,” kata Huswatun. Seesondee tampil sangat kuat selama berada di Jakarta. Di semifinal, dia menumbangkan petinju Kazakhstan Rimma Volossenko dengan skor 4-1.

Catatan itu menjadi bukti Seesondee merupakan lawan yang tidak akan mudah dikalahkan. Pelatih Kepala Tinju Indonesia Adi Swandana tak menyangka anak asuhnya dapat melangkah jauh. Dia mengatakan ketatnya persaingan membuat sektor putri tak ditarget medali.

Tapi, Huswatun membuktikan diri dengan melaju ke semifinal. Padahal, sebelumnya penampilan petinju berpostur 164 cm itu sempat menurun. Adi mengatakan, Huswatun memiliki motivasi tinggi. Dia juga memiliki keyakinan dengan kondisinya saat ini.

Meski Thailand memiliki level di atas Indonesia, Adi optimistis petinju yang lahir pada 21 Juni 1998 itu dapat meraih kemenangan. “Dia (Huswatun) bisa menang asal main tenang. Thailand kerap bermain dengan memancing lawan untuk maju. Ini harus di antisipasi.

Kami akan mempersiapkan strategi yang sesuai,” kata Adi. Selain putri, petinju putra Indonesia juga masih memiliki wakil pada semifinal cabang tinju di Asian Games 2018.

Sunan Agung Amoragam yang turun di kelas bantam (56 kg) akan menghadapi petinju Uzbekistan Mirazizbek Mirzakhalilov yang berjuang keras mengalahkan Enkh-Amar Kharkhuu dengan skor 4-1 di perempat final.

Mengenai pertandingan nanti, Adi mengatakan anak asuhnya harus tampil lebih baik dibandingkan saat mengalahkan petinju Irak Jaafar Abdulridha Ali Al Sudhani dengan skor 4-1 di laga sebelumnya.

“Ada beberapa yang harus diperbaiki seperti tangan Sunan yang kerap turun dan kondisi ini sangat berisiko. Peluang tetap ada. Menghadapi lawannya nanti, Sunan harus melakukan counter lebih cepat,” ungkap Adi. Lolosnya Sunan terbilang mengejutkan. SEPTUARINFO

No comments